PENGARUH PENERAPAN MODUL DINAMIKA PARTIKEL TERINTEGRASI PERMAINAN TRADISIONAL TERHADAP PERSEPSI MAHASISWA TENTANG IPA

  • Noly Shofiyah Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Keywords: Persepsi terhadap IPA; Modul IPA; Kearifan Lokal

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana pengaruh penggunaan modul dinamika partikel yang terintegrasi permainan tradisional terhadap persepsi mahasiswa tentang disiplin Ilmu Pengetahuan Alam. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Experimental Design dengan jenis one group pre-test post-test design, dengan melibatkan 16 mahasiswa pendidikan IPA di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Data dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner yang disusun berdasarkan tiga indicator yaitu Sciencephobia, Discipline, dan ethnoscience. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan N-gain score. Hasil analisis menunjukkan bahwa modul dinamika partikel yang terintegrasi permainan tradisional berpengaruh sedang terhadap persepsi mahasiswa terhadap IPA pada indikator Sciencephobia, berpengaruh rendah terhadap persepsi mahasiswa terhadap IPA pada indikator Discipline, dan berpengaruh sedang terhadap persepsi mahasiswa terhadap IPA pada indikator Ethnoscience

References

Asfiah, N., Mosik, M., & Purwantoyo, E. (2013). Pengembangan modul IPA terpadu kontekstual pada tema bunyi. Unnes Science Education Journal, 2(1).

Atmojo, S. E. (2012). Profil keterampilan proses sains dan apresiasi siswa terhadap profesi pengrajin tempe dalam pembelajaran ipa berpendekatan etnosains. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 1(2).

Hake, R. R. (1999). Analyzing change/gain scores. Unpublished.[online] URL: http://www. physics. indiana. edu/~ sdi/AnalyzingChange-Gain. pdf.

Holbrook, J. (2005). Making chemistry teaching relevant. Chemical Education International, 6(1), 1-12.

Insani, M. D. (2017). Studi pendahuluan identifikasi kesulitan dalam pembelajaran pada guru IPA SMP Se-Kota Malang. Jurnal Pendidikan Biologi, 7(2), 81-93.

Marlina, M., Utaya, S., & Yuliati, L. (2017). Penguasaan Konsep IPA Pada Siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Penanggungan Malang. In Seminar Nasional Teknologi Pembelajaran dan Pendidikan Dasar 2017 (pp. 781-787).

Pramitasari, A., Yeniar, I., & Jati, A. (2011). Hubungan Antara Persepsi terhadap Metode Pembelajaran Kontekstual dengan Motivasi Belajar Biologi Siswa Kelas XI IPA SMAN 1 Pangkalan Kerinci, Riau. Jurnal Psikologi Undip, 9(1).

Putri, A. R., & Mustadi, A. (2020). Connecting Science with Story Tale: How Sainsmatika Story Tale Book Decrease Science Anxiety of 4th Graders Student. SEJ (Science Education Journal), 3(2), 57-66.

Suastra, I. W. (2010). Model Pembelajaran Sains Berbasis Budaya Lokal Untuk Mengembangkan Potensi Dasar Sains dan Nilai Kearifan Lokal di SMP. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 43(1).

Subiantoro, A. W. (2010). Pentingnya Praktikum dalam Pembelajaran IPA. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Sudarmin, S., & Samini, S. (2015). Efektivitas penggu¬naan modul terintegrasi etnosains dalam pem¬belajaran berbasis masalah untuk meningkatkan literasi sains siswa. Unnes Science Education Jour¬nal, 4(3).

Suja, I. W. (2011). Analisis kebutuhan pengembangan buku ajar sains SD bermuatan pedagogi budaya Bali. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 44(1).

Walgito, B. (2003). Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi Offset.

Wang, Y. H. (2013). The multicultural science literacy of science teachers in Taiwan. International Journal of Asian Social Science, 3(9), 2052-2059.

Wells, R. R. (2003). The development of an instrument to assess Chemistry Perceptions. Journal of advanced nursing. Texas Tech University. https://doi.org/10.16953/deusbed.74839.

Yunus, F. W., & Ali, Z. M. (2013). Attitude towards Learning Chemistry among Secondary School Students in Malaysia. Journal of ASIAN Behavioural Studies, 3(11), 1–11.

Published
2020-07-09