Upaya Perbaikan Status Gizi Balita Melalui Sosialisasi Menu Mp-Asi Sesuai Usia Balita Di Kecamatan Gunungsari

  • Baiq Fitria Rahmiati Universitas Bumigora Mataram
Keywords: Balita, MP ASI, penyuluhan

Abstract

Abstrak: Pengabdian ini bertujuan untuk memperbaiki status gizi bayi di bawah lima tahun dengan cara memberikan pendidikan gizi pada ibu balita terkait pemberian makanan pendamping ASI yang direkomendasikan oleh WHO. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kepada 30 ibu balita di PAUD Kecamatan Gunung Sari. Hasil pengabdian yang didapatkan adalah terjadi peningkatan pengetahuan tentang makanan pendamping ASI, penyelesaian permasalahan tentang anak yang tidak mau makan dan terjadi peningkatan komitmen untuk membuat menu makanan pendamping ASI sesuai dengan yang direkomendasikan oleh WHO. Kesimpulan pada pengabdian ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan dan kemauan ibu untuk memberikan makanan yang sesuai dengan rekomendasi WHO.

Abstarct: This dedication aims to improve the nutritional status of infants under five years old by providing nutrition education to mothers of children under five related to the provision of complementary feeding recommended by WHO. The method used is counseling to 30 mothers of toddlers in PAUD Gunung Sari District. The results of the dedication obtained are an increase in knowledge about complementary foods, solving problems about the won’t eat food in children and an increase in commitment to make complementary foods according to those recommended by WHO. The conclusion of this dedication is an increase in knowledge and willingness of mothers to provide food in accordance with WHO recommendations.

References

Darmawan, F.H. & Eva, N.M.S. (2015). Hubungan pengetahuan dan sikap ibu dengan perilaku pemberian MP-ASI yang tepat pada bayi usia 6-12 bulan di Desa Sekarwangi Kabupaten Sumedang. Bidan Midwife Journal. 1(2), 39.

Datesfordate, A. H., Kundre. R., & Rottie, J. V. (2017). Hubungan pemberian makanan pendamping air susu ibu (MPASI) dengan status gizi bayi pada usia 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Bahu, Manado. E-Journal Keperawatan (e-Kp),

(2), 1--7.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Promosi Kesehatan di Daerah Bermasalah Kesehatan. Jakarta.

Lailiyana, Nurmailis, Suryatni. (2010). Buku ajar kesehatan reproduksi. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.

Notoatmodjo, S. (2010). Ilmu perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nurbaiti, L. et al. (2014). Kebiasaan makan balita stunting pada masyarakat suku Sasak: Tinjauan 1000 hari pertama kehidupan (HPK). Jurnal Masyarakat, Kebudayaan dan Politik. Fakultas Kedokteran Universitas Mataram

Presska A.K, Cicilia, T.S., Rahayu, A. (2012). Pengaruh penyuluhan kesehatan tentang kecacingan terhadap pengetahuan dan sikap siswa Madrasah Ibtidaiyah An Nur Kelurahan Pedurungan Kidul Kota Semarang. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 7(2), 185.

[Riskesdas] Riset Kesehatan Dasar Provinsi Jawa Barat 2013. (2013). Prevalensi ibu hamil di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Nurbaiti. (2014). Hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan pemberian makanan pendamping ASI bayi umur 6--24 bulan di Posyandu Karyamulya Jetis Jaten. Jurnal Kesehatan Kesuma Husada. 3(1), 1--7.

WHO. (2016). Complementary feeding family foods for breastfed children. The Department of Child and Adolescent Health and Development and the Department of Nutrition for Health and Development. Geneva: Annex.

Published
2019-12-30
How to Cite
Baiq Fitria Rahmiati. (2019). Upaya Perbaikan Status Gizi Balita Melalui Sosialisasi Menu Mp-Asi Sesuai Usia Balita Di Kecamatan Gunungsari. JPMB : Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Berkarakter, 2(2), 138-145. https://doi.org/10.36765/jpmb.v2i2.8