Bale Terpadu untuk Mengatasi Trauma akibat Gempa Bumi Lombok pada Anak-anak Usia Sekolah di Kabupaten Lombok Utara

  • Gilang Primajati Universitas Bumigora Mataram
  • Agus Sofian Eka Hidayat Universitas Presiden
Keywords: Trauma healing, bale terpadu, gempa bumi

Abstract

Abstrak : Pengabdian ini dilaksanakan atas kerjasama antara pihak dusun Barong Birak dan organisasi kepemudaan/kerelawanan (OKP) yang ada di Pulau Lombok. Kegiatan pengabdian Sosialisasi Gempa dan Bale Terpadu (BATU) adalah sebuah konsep yang ditujukan bagi masyarakat desa pasca terjadinya gempa bumi Lombok yang diperuntukkan bagi anak-anak dan pemuda usia sekolah dalam rangka pengetahuan tentang mengendalikan risiko dan trauma healing. BATU di dusun Barong Birak sebagai wahana untuk memberikan motivasi, akses informasi, keahlian, ilmu dan wawasan tambahan kepada masyarakat desa akan pentingnya pendidikan dan keterampilan untuk menatap dan merajut kembali masa. Metode yang digunakan adalah metode langsung dengan tatap muka dalam sosialisasi dan kelas-kelas motivasi kepada anak-anak usia sekolah dasar dan kelas-kelas keahlian bagi pemuda dan masyarakat seperti pelatihan computer dan bahasa inggris. Hasil yang diperoleh sangat antusiasnya anak-anak usia sekolah dasar mengikuti kelas-kelas motivasi pasca trauma gempa yang menjadi momok kehidupan mengingat berkurangnya motivasi untuk menatap masa depan. Untuk pemuda dan masyarakat pada umumnya sangat sulit untuk diakomodir karena keperluan mereka untuk bekerja memenuhi kebutuhannya masing-masing. Akan tetapi kami memanfaatkan waktu hari libur atau sore hari setelah mereka pulang bekerja untuk mengikuti kegiatan ini.

Abstract  : This service is carried out in collaboration between the Barong Birak hamlet and the youth / voluntary organization in Lombok Island. Dedicated Earthquake and House of  Socialization Service (BATU)  is a concept aimed at village communities after the Lombok earthquake that is intended for children & young people of school age in the context of knowledge about controlling risk and trauma healing. BATU in the Barong Birak hamlet as a vehicle to provide motivation, access to information, expertise, knowledge and additional insights to the village community on the importance of education and skills to look and knit back in time. The method used is a face-to-face method in socializing and motivational classes for elementary school age children and skills classes for youth and the community such as computer training and English. The results obtained were very enthusiastic about elementary school age children participating in motivational classes in the aftermath of the earthquake trauma which is a scourge of life given the reduced motivation to look into the future. For youth and the community in general, it is very difficult to be accommodated because their needs to work fulfill their individual needs. However, we use the time off or the afternoon after they come home from work to participate in this activity

References

Awaludin. (2020, April 18). No Title. Antara NTB, 1. https://mataram.antaranews.com/berita/32624/rata-rata-lama-sekolah-penduduk-ntb-rendah

Beratha, I. N. (1991). Pembangunan Desa Berwawasan Lingkungan. Bumi Aksara.

Koentjaraningrat. (1984). Masyarakat Desa Di Indonesia. FE UI.

M.L.Jhingan. (2010). Ekonomi pembangunan dan perencanaan. PT.Raja Grafindo Persada.

Pudjianto, B., & Syawie, M. (2015). Kemiskinan Dan Pembangunan Manusiapoverty And Human Development. Sosio Informa, 1(3), 231–246.

Taibe, P. (2018). Membangun Kembali Asa yang Hilang Melalui “Trauma Healing.” Kompasiana. https://www.kompasiana.com/studitiongkok/5c3ee90bc112fe520d2f48b8/membangun-kembali-asa-yang-hilang-melalui-trauma-healing?page=all

Published
2020-05-30
How to Cite
Primajati, G., & Eka Hidayat , A. S. (2020). Bale Terpadu untuk Mengatasi Trauma akibat Gempa Bumi Lombok pada Anak-anak Usia Sekolah di Kabupaten Lombok Utara. JPMB : Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Berkarakter, 3(1), 26-35. https://doi.org/10.36765/jpmb.v3i1.217
Section
Articles