Gambaran Kesehatan Reproduksi Remaja di Panembong Girang Desa Mekarsari Cianjur

  • Helvy Yunida Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) CIloto
Keywords: Kesehatan;Reproksi ;Remaja

Abstract

Abstrak: AKI (Angka Kematian Ibu) dan AKB (Angka Kematian Bayi)  di wilayah kerja Puskesmas Nagrak  masih tinggi  pada umumnya dan wilayah Desa Mekarsari pada khususnya. Salah satu Penyebab  tidak langsung kematian  ibu dan bayi karena  masih rendahnya pengetahuan remaja tentang reproduksi remaja. Sehingga remaja tersebut sebagai calon ibu kurang mempersiapkan dirinya menyongsong masa hamil dan masa memiliki  anak  setelah menikah. Penelitian ini menggunakan metode  kuantitatif dan kualitatif. Tempat penelitan di Panembong girang, sample 30 orang remaja.  Data awal diambil dari profil Desa Mekarsari, profil Pusksmas Nagrak dan tatap muka dengan 32 orang remaja untuk menggali masalah sebagai  pengumpulan data awal yang didokumentasikan dalam bentuk photo.

Abstract: MMR (Maternal Mortality Rate) and IMR (Infant Mortality Rate) in the working area of the Nagrak Community Health Center are still high in general and the Mekarsari Village area in particular. One of the indirect causes of maternal and infant deaths is due to the low knowledge of adolescents about adolescent reproduction. So that the teenager as a prospective mother is less prepared to welcome pregnancy and having children after marriage. This research uses quantitative and qualitative methods. Research place in Panembong excited, sample of 30 teenagers. Preliminary data were taken from the Mekarsari Village profile, the Nagrak Pusksmas profile and face to face with 32 teenagers to explore the problem as initial data collection documented in the form of photos.

References

Agus. (2013). MasKeKat ( Masalah Kesehatan Masyarakat). Jurnal Kesehatan Komunitas, 2(2), 53–54.

Aisha, M. (2019). Pengertian Kesehatan Menurut Para Ahli, WHO, dan Depkes. Jagad.id.

Amareta, D. I., & Ardianto, E. T. (2018). Pendampingan Kader Kesehatan Remaja dalam Pencegahan Anemia pada Remaja Putri. Prosiding Politeknik Negeri Jember, 152–155.

Anitasari, Y. I., & Widyastuti, N. E. (2012). Hubungan Cakupan K4 Bidan dengan Deteksi Dini Resiko Tinggi Kehamilan di Kecamatan Rembang. Jurnal Kebidanan, Volume IV(Issue 02), Hal 15–25. https://www.academia.edu

Batubara, J. R. (2016). Adolescent Development (Perkembangan Remaja). Sari Pediatri, 12(1), 21. https://doi.org/10.14238/sp12.1.2010.21-9

Budiantoro, S. (2013). Angka Kematian Ibu (AKI) Melonjak, Indonesia Mundur 15 Tahun. Prakarsa, 2.

Chalid, M. T. (2017). Upaya menurunkan Angka Kematian Ibu: peran petugas kesehatan. In PT.Gakken Health Education Indonesia (Issue October, pp. 1–8). https://gakken-idn.id/topics/files/upaya-menurunkan-kematian-ibu-peran-petugas-kesehatan-summary-full-text.pdf

Fatimah, S., & Yuliani, N. T. (2019). Hubungan Kurang Energi Kronis (KEK) pada Ibu Hamil dengan Kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) di Wilayah Kerja Puskesmas Rajadesa Tahun 2019. Jurnal Ilmu Keperawatan Dan Kebidanan.

Herlina. (2013). Mengatasi Masalah Anak dan Remaja melalui Buku (Perkembangan Masa Remaja). In Bibliotheraphy : Mengatasi Masalah Anak dan Remaja melalui Buku (pp. 1–5). https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.jvoice.2013.08.014

Muri yusuf, A. (2014). Metode Penelitian : Kuantitatif, Kualitatif, Dan Penelitian Gabungan. In Jakarta : Kencana (pp. 52–60).

Respati, W. S. (2015). Problematika Remaja Akibat Kurangnya Informasi Kesehatan Reproduksi. Forum Ilmiah, Universitas Esa Unggul, 7(1), 1–10.

Unicef. (2012). Kesehatan Ibu & Anak. UNICEF Indonesia. https://doi.org/9870

Published
2020-07-10
Section
Articles