Persepsi Kesesuaian Penempatan Pegawai Dalam Menunjang Peningkatan Kinerja BBPK Ciloto Tahun 2020

  • Eddy Siswanto Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Ciloto Kemenkes RI
Keywords: Placement, Staff, Job, Perception

Abstract

Abstrak: Salah satu bentuk pembinaan pegawai adalah dengan melakukan penempatan sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan organisasi. Namun demikian, BBPK Ciloto belum pernah melakukan kajian mengenai penempatan pegawai bila dihubungkan dengan persepsi yang bersangkutan yang didasarkan pada kompetensi dasar yang dimilikinya. Kajian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data secara cross sectional. Kerangka konsep terkait kajian ini menggunakan pendekatan sistem, yaitu menggunakan bagan input-proses-output. Sementara pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan susunan pernyataan yang merunut pada teori Health Belief Model. Data yang terkumpul kemudian diolah secara deskriptif baik untuk deskripsi persepsi responden, maupun kesesuaian penempatan pegawai. Terdapat 136 responden yang menanggapi 7 pernyataan dengan lengkap atas kuesioner yang diberikan. Pernyataan no. 5 ditanggapi positif oleh 18 responden. Artinya begitu banyak pegawai yang merasakan kesenjangan kompetensi terhadap tugas dan beban kinerja pada posisi/ penempatan saat ini. Sekitar 14 responden tidak memberikan tanggapan yang positif atas penempatan/ posisinya saat ini di tempatnya bekerja. Sebanyak 4 responden (2,94%) menyatakan ketidaksesuaian penempatan pegawai ini diakibatkan karena kesenjangan/ ketidaksesuaian kompetensi yang dimiliki dengan sasaran kinerja di posisinya saat ini. Sementara sisanya, sebanyak 10 responden (7,35%) merasakan perlunya dipindahkan dari tempat tugasnya yang sekarang, dengan alasan pengembangan kompetensi.

Abstract: Civil servants were not only to just working in stated workplaces, but they should develop their competencies to increase their work capacities. The most popular technique to coach them was to conduct employee’s re/placement program. This program was based on competence need for each job, in each placement, in the institution. BBPK Ciloto had arranged employee’s placement program but it hadn’t researched further, according to employee’s perception of their job and their competencies. Descriptive method was conducted in this study. Data was collected by using cross sectional technique. The conceptual framework of this study was built based on systemic approach, e.g. Input –Process – Output framework. Collecting data used questionnaires which was contained several statements, based on Health Belief Model. Collected Data were analyzed descriptively. It will describe participant’s perception, especially regarding with staff placement. It’s around 136 of 146 participants who responded to all statements completely. The statement which had smallest positive responds was the statement number 5. It’s shown that around 18 of 136 staffs, who felt competence discrepancies related to their job in their workplace. It’s around 14 respondents who didn’t give positive respond according to their placement. Four of them (2,94%) stated their displacement according to competence discrepancy. And 10 others (7,35%) need to be replaced to another workplace, regarding with their competency development. Human resource development in BBPK Ciloto should overcome this result by reconfirmed to 14 respondents, then made some replacements for those staffs. Or it should give some competency development programs for those staffs.

References

A. Wawan dan Dewi M. (2016). Teori dan Pengukuran Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Manusia. In Teori dan Pengukuran Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Manusia (pp. 19–47).

Abdul Kadir. (2014). Pengenalan Sistem Informasi Edisi Revisi. Edisi Revisi.

Ardiansyah, M. (2018). Produktivitas Aparatur Sipil Negara.

Asih, G. Y., & Dewi, R. (2017). Komitmen karyawan ditinjau dari self efficacy dan persepsi dukungan organisasi,di cv. Wahyu jaya semarang. Jurnal Dinamika Sosial Budaya, 19(1), 35. https://doi.org/10.26623/jdsb.v19i1.684

ASN, U. (2014). UU ASN No. 5 tahun 2014. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara, 1–105.

Aulia Faris Akbar. (2012). Definisi pengetahuan, sikap, dan perilaku. Definisi Pengetahuan, Sikap, Dan Perilaku, 1–23.

Muljanto, M. A. (2015). Menumbuhkan Pola Pikir, Sikap, dan Perilaku Positif sebagai Pegawai Negeri Sipil.

Simamora, B. (2018). Netralitas Aparatur Sipil Negara dalam Pemilihan Gubernur Riau Tahun 2018. Jurnal Hukum Respublica, 17(2), 215–229. https://doi.org/10.31849/respublica.v17i2.2071

Sudarma, K., & Murniasih, E. (2016). Pengaruh Persepsi Dukungan Organisasi dan Kompensasi pada Kinerja Karyawan Dimediasi Komitmen Afektif. Management Analysis Journal, 5(1), 24–35.

Sulistiawan, D., Riadi, S. S., & Maria, S. (2018). Pengaruh budaya organisasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai. KINERJA, 14(2), 61. https://doi.org/10.29264/jkin.v14i2.2480

Suripatty, G. (2019). Standar Prosedur Pelaksanaan Rekrutmen dan Seleksi Aparatur Sipil Negara. Jurnal Sosio Sains.

Sutanja, T. (2019). Pengaruh Motivasi, Kepemimpinan dan Disiplin Pegawai terhadap Kinerja Pegawai. Journal of Management Review, 3(2), 321–325. https://doi.org/10.25157/mr.v3i2.2514

Wawan. (2012). Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Manusia. In Syafni. https://doi.org/doi: 10.1023/B:HYDR.0000008590.37567.fa

Welda, W., & Minartiningtyas, B. A. (2017). Sistem Informasi Pengelolaan Kerjasama Bidang Humas pada STMIK STIKOM Indonesia. Jurnal Sisfokom (Sistem Informasi Dan Komputer), 6(2), 86. https://doi.org/10.32736/sisfokom.v6i2.252

Wulandari, N., & Adianto, A. (2020). Kinerja Komisi Aparatur Sipil Negara Sebagai Lembaga Pengawas Netralitas Aparatur Sipil Negara. Jurnal Humaniora : Jurnal Ilmu Sosial, Ekonomi Dan Hukum, 4(1), 166–171.

Published
2020-07-10
Section
Articles